HIBER ACTION ALA MUSISI BESAR & PERDANA MENTERI PADEREWSKI

Pelatihan Hidroponik Bandung

HIBER ACTION ALA MUSISI BESAR & PERDANA MENTERI PADEREWSKI

August 9, 2021 Hidroponik 0

“HIBER ACTION ALA MUSISI BESAR & PERDANA MENTERI PADEREWSKI”

Hi-Ber Apa itu?.

HiBer adalah bahasa Sunda yg artinya Terbang! HiBer berarti juga singkatan dari “Hi-dup Ber-manfaat”, “Hi-dup Ber-bagi”, “Hi-dup Ber- dampak”, “Hi-dup di- Ber- kati” dll.

Filosofi hidup sahabat dahsyat saya Pang David Andipurnama yang terinspirasi dari Dr. Priyanto owner Sismadi Group pemilik Rumah Sakit & Klinik Harum di berbagai kota di Indonesia.
Penjelasan agak detail silahkan baca disini: https://www.bjcentre.com/2019/11/29/salam-hiber/

Hiber Action, tentu saja aksi sosial yang berhubungan dengan filosofi Hiber tersebut!

Baik ibu/bapak, tentang Paderewski, ini kisah nyata yang terjadi pada tahun 1892 di Stanford University.

Pesan moralnya masih relevan hingga saat ini, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini dan entah sampai kapan, hanya Alloh yang maha tahu! Kita hanya bisa berdoa agar segera usai dan berikhtiar semampu kita.

Ada seorang mahasiswa muda berusia 18 tahun yang berjuang untuk membayar biaya kuliahnya.

Dia seorang yatim piatu dan tidak tahu ke mana harus mendapatkan uang.

Akhirnya mahasiswa tersebur medapat ide yang cemerlang.

Bersama seorang temannya, ia memutuskan utk menggelar konser musik di kampus guna mengumpulkan uang utk biaya pendidikan mereka.

Konser itu mereka adakan dgn mendatangkan pianis besar Ignacy J. Paderewski.
Lihat dulu salah satu konsernya yuk! Klik dksini: https://youtu.be/M9IBBd-9aRM

Manajer sang pianis meminta biaya sebesar $ 2.000 untuk konser piano.
Sebuah kesepakatan pun terjadi.

Dua anak muda itu pun mulai bekerja untuk membuat konser sukses.

Hari besar tiba. Paderewski akan melaksanakan konser piano di Stanford University.

Tapi sayangnya, si kedua mahasiswa tidak berhasil menjual tiket sesuai target. Total tiket yg terjual hanya $1,600.

Keduanya kecewa, mereka lalu pergi ke Paderewski dan menjelaskan keadaan mereka.

Mereka memberikan seluruh uang $1,600, ditambah dengan cek sebesar $400.

Kedua mahasiswa tsb berjanji utk melunasi cek cepatnya.

“Tidak” kata Paderewski. “Aku tidak dapat menerima.” Dia menyobek cek, mengembalikan uang $1,600 sambil berkata kpd kedua mahasiswa, “Ini uang $1,600 kalian ambil. Gunakanlah untuk biaya kuliah kalian.

Aku akan mainkan konser piano tanpa perlu kalian bayar !”

Kedua mahasiswa terkejut, dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Bagi Padwrewski, apa yang dilakukannya adalah tindak kebaikan yang kecil saja.

Tapi jelas itu menunjukkan bahwa Paderewski seorang manusia yang berjiwa besar.

Mengapa ia harus membantu kedua mahasiswa tersebut yang bahkan dia tidak kenal sama sekali ?

Kita semua juga sering menemukan situasi seperti ini dalam hidup kita kan ya?.

Dan kebanyakan dari kita hanya berpikir “Jika saya membantu mereka, apa yang akan terjadi padaku?”

Kalau seseorang itu benar2 baik dan bijak, dia akan berpikir, “Jika saya tidak membantu mereka, apa yang akan terjadi dengan mereka ?”.

Orang2 yg baik dan bijak tidak akan melakukannya dengan mengharapkan balasan.

Mereka melakukannya karena mereka merasa itu adalah hal yang benar yang harus dilakukan.

Sebagaimana diketahui, Paderewski kemudian menjadi Perdana Menteri Polandia.

Dia seorang pemimpin yg besar, tapi sayangnya ketika Perang Dunia I dimulai, Polandia dilanda kelaparan.

Ada lebih dari 1,5 juta orang kelaparan di negaranya, dan tidak ada uang untuk memberi makan mereka.

Paderewski tidak tahu ke mana harus berpaling utk minta bantuan.

Dia mengulurkan tangan ke Administrasi Makanan dan Bantuan AS untuk minta bantuan.

Presiden AS saat itu, Herbert Hoover, setuju untuk membantu dan cepat dikirim berton-ton bahan makanan untuk rakyat Polandia yang kelaparan.

Akhirnya sebuah bencana dapat dihindari, Paderewski lega.

Dia memutuskan untuk pergi bertemu dengan Hoover secara pribadi guna berterima kasih kepadanya.

Ketika Paderewski mengucapkan terima kasih kepada Hoover atas sikap mulianya, Hoover cepat menyela dan berkata, “Anda tidak harus berterima kasih kepada saya, Pak Perdana Menteri”.

Anda mungkin sudah lupa, tetapi saya tidak akan pernah dapat melupakannya.

Beberapa tahun yg lalu, Anda membantu biaya kuliah dua mahasiswa muda di Stanford University. Saya adalah salah satu dari mereka….”

Dunia adalah tempat yg indah untuk ber Hi-Ber.

Apa yg terjadi di sekitar kita biasanya datang dari apa yang telah kita lakukan.

Pada saat kita ada kesempatan utk membantu sesama, JUST DO IT !!!

Jangan pernah meng- hitung mengharapkan balas budi.

Kita tidak perlu tahu dari mana dan dengan cara apa balasan itu akan datang kepada kita. Cerita tentang Paderewski lebih detail bisa dibaca disini: http://amazingreallifeinfo.blogspot.co.id/2014/03/a-time-of-need-story-of-herbert-hoover.html?m=1

Sebagaimana Pak Dafid & team BJ Centre lakukan semampunya, misalnya jika ada pembaca atau sanak famili yang terkena musibah khususnya Covid-19 dan betul-betul memerlukan bantuan, bisa hubungi ibu Ika di wa nomor +62 821-1218-4566

Mari kita sama-sama hidup ber Hi-Ber!

Jika berkanan bergabung di group Sehat Ala p. Dafid silahkan bergabung disini: https://chat.whatsapp.com/FkQgzBztsUcGNSpDBIBHLK

Jika WAG penuh, silahkan bergabung disini: https://t.me/joinchat/SQGgW33wCTfgkrqV

Saya yakin menginspirasi, memotivasi, bermanfaat dan barokah. Aamiin

BJ, Bandung, 7 Agustus 2021
www.bjcentre.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *