MEMPERSIAPKAN GENERUS UNGGUL DENGAN PRAKTEK DIRUMAH

Pelatihan Hidroponik Bandung

MEMPERSIAPKAN GENERUS UNGGUL DENGAN PRAKTEK DIRUMAH

March 7, 2021 Hidroponik 0

“MEMPERSIAPKAN GENERUS UNGGUL DENGAN PRAKTEK DIRUMAH”

Orang Indonesia hebat2 namun seringkali hanya teori dan kurang dalam praktek. Saya pernah mengikuti presentasi seorang Profesor ahli pendidikan ternkenal, yg berapi2 dalam menjelaskan konsep Belajar Mengajar, diantaranya adalah Joyfull Learning & Teaching, proses belajar mengajar harus dengan sangat menyenangkan. Saya terpingkal2 dalam hati Prof. Cara ngajar anda itu sungguh sangat membosankan, jauh dari konsep yg sedang anda jelaskan! ha…ha…wis…angel…angel…Profesor jg manusia biasa sih.

Disisi lain tanggal 1 Maret 2021 baru lalu, saya dapat kirimian video dari sulung saya (Malik/Ami) yang tinggal di Belanda bersama istri (Bunga) dan anaknya (Amira) belum genap 3,5th. Bahasa sehari hari tentu saja bahasa Belanda & Indonesia, tetapi kenapa Amira jg mulai terampil bahasa Inggris? Itulah yg menarik dan mendorong saya bersemangat sekali membuat tulisan ini. Lihat videonya disini: https://youtu.be/vn3eheJE03I

Video lain yg dikirim tanggal 7 Januari 2021 sebagaimana berikut: https://youtu.be/sI_KbFYaakw

Anak & Menantu InsyaAlloh sama sekali tidak pernah belajar Paedagogie, tetapi Ami/Malik memang dari Kindergarten (umur 3th) sampai kelas 3 SD di Jerman, dan lulus SMA 2010 balik study ke Jerman lagi dan sekarang bekerja di Belanda. Sedangkan menantu, ibunya Indonesia bapaknya Belanda, yang sudah barang tentu melihat, menghayati, menyerap dan mengaplikasikan pengalaman saat mereka belajar di usia anak2, pada Amira anaknya. Saya sebagai mantan dosen musik UPI Bandung dan pernah belajar Music Education di Jerman selama 1994 – 2000 artinya saya benar2 mendalami dunia paedagogi, kagum dan berulang kali saya dan keluarga menonton video tersebut, disamping sebagai obat kangen, memang ada beberapa aspek peadagogis yg sangat menarik untuk ditulis.

Dari 2 video tersebut tampak sangat jelas beberapa prinsip penting didalam Proses Belajar Mengajar (PBM yang sangat kaya, antara lain:

1. (PBM) harus menyenangkan, tampak jelas bagaimana Amira yang begitu enjoy dalam belajar, bahkan terkadang cium ayahnya, tertawa dll.

2. PBM dengan sepenuh hati, itu sungguh sangat2 dahsyat efeknya! Kegiatan apapun yg dilakukan dengan sepenuh hati banyak keajaiban (mirracle) yg hadir tanpa diduga2.

3. Belajar sambail bermain, dunia anak2 adalah dunia bermain. Bermainya anak2 itu belajarnya anak2. Ami/Malik dan 3 adiknya saat masih kecil, rumah berantakam, coretan2 di tembok dll. Saya bilang ke istri saya Biarkan saja mah, siapa tahu semua itu yg membantu membuat anak2 kita pintar2, dan mengembangkan imajinasinya kelak. Menurut saya memang ada benarnya. Ami/Malik dapat beasiswa DAAD Jerman, hanya 50 orang yg mendapatkan dari seluruh dunia. Coretan2 di tembok dll baru dibereskan, rumah direnovasi saat anak2 sudah memiliki kesadaran yang cukup.

4. PBM sangat expresive, benar2 dirasakan, lihat expresi Amira, gestik, mimiknya dll…amazing sekali.

5. PBM benar2 sangat kontekstual dengan apa yg sedang dihadapi, sedang di dapur ya membahas hal2 di dapur, sedang menggambar ya membahas apa saja di dalam gambar tersebut dll.

6. Dalam PBM, guru senantiasa memberikan reinforcement (penguatan) & penghargaan pada murid/anak, ayahnya Amira selalu mengatakan great!, kemudian you are so smart!, lalu Thats Correct! dll itu sangat menyenangkan bagi Amira, dan tentu bagi anak2 manapun.

7. PBM sesuai dengan budayanya, saat berbahasa Indonesia dan Belanda, Amira panggil ayahnya Papa saat bicara bahasa Inggris langsung berubah panggil Daddy.

8. Dalam PBM ada problem solfing, mencari solusi dari suatu permasalahan dan dialogis reasoning yg logis & kreatifitas yg sangat penting mengembangkan kecerdasan anak. Ketika Amira loncat2, ayahnya menegur Amira sudah malam, kamu tidak seharunya melompat2!. Amira bertanya Kenapa?. Ayahnya menjawab Sebab brisik, nanti tetangga bisa marah…! Apa yg bisa kita lakukan? Amira lalu berjalan pelan dan tenang mengikuti seperti langkah Pingguin dst. Sy pernah menyaksikan guru di Jerman mengajar sejarah Jerman, wow….luar biasa menyenangkan. Anak2 membuat peta, di setiap titik peta punya cerita sendiri, dan tentu dengan keberpihakan (boleh salah asal argumentasinya benar). Jauh sekali dengan kondisi di Indonesia Kapan perang Diponegoro?. Anak2 menjawab 1825-1830, selesai! Kalau di Jerman Kenapa sampai terjadi perang Diponegoro, ada peristiwa apa saja saat itu selain perang Diponegoro, anda berpihak ke siapa? Apa alasanya?. Ketika memang salah, guru membenarkan, mengajak dialog. Kalau di Indonesia ya harus memihak Diponegoro sebab pahlawan nasional. Sungguh sangat miskin argument akademis, miskin imajinasi, miskin mencari litarur, harus berpihak secara subyektif dlsb.

9. Dalam PBM aspek komunikasi betul2 mutlak, sehingga daya serap anak (anak didik) sangat tinggi, dan hasilnya kualitas PBM yg sangat tinggi.

10. Dalam PBM diperlukan kesabaran dan tahu masing2 karakter anak didik. Tentu dalam video karena hanya 1 orang dan anak sendiri, kesabaran seolah2 otomatis, walupun tidak sedikit juga orang tua yang justru tidak sabar mengajar anaknya sendiri.

Dan masih banyak aspek lainya yg bisa di gali dari 2 video ayah dan anak tersebut.

Sy jadi ingat ketika awal2 di Bandung 1987, sy diajak Almrhm kang Hary Roesli, untuk mengiringi Luluk Poerwanto, pemain biola jazz yg world class. Saat ngobrol tentang wawasan musik, ternyata relatif rendah Luluk, kamu tahu nama tangga nada apa saja yg kamu mainkan tadi? tanya kang Hary. Luluk menjawab Mboten ngertos mas, tidak tahu mas! ha…ha…permainanya mah edun pisan euy! Padahal memainkan berbagai tangganada Dorian, Phrygian, Aeolian dlsb yang sangat rumit dengan berbagai suasana yg sangat memukau.

Lalu? Ayo PBM apapun apalagi mengaji (ilmu agama), PBM agama, hendaknya memperhatikan berbagai aspek yg sebagian sudah saya sampaikan diatas, dan praktek, praktek, praktek euy agar segala sesuatunya menjadi jauh lebih mudah! Dan bisa di rumah seperti Ami/Malik. Harus bayar berapa agar Amira bisa berbahasa Inggris kalau mengundang guru les? Mahal dan belum tentu sebagus itu!

Semoga menginspirasi, memotivasi, bermanfaat dan barokah khususnya bagi para guru, pengajar umumnya, mubalegh-mubalighot dan orang tua umumnya! Aamiin

BJ, Bandung, 7 Maret 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *