TOLERANSI & EGALITAS DI TATAR JINGGANEGARA KOTA BARU PARAHYANGAN BANDUNG

Pelatihan Hidroponik Bandung

TOLERANSI & EGALITAS DI TATAR JINGGANEGARA KOTA BARU PARAHYANGAN BANDUNG

May 19, 2019 Hidroponik 0

Sabtu, 18 Mei 2019 Alhamdulillah sy sekeluarga diundang keponakan (Yosep Syaifudin yg ternyata ketua panitia) untuk menghadiri acara buka puasa bersama di Tatar Jingga Negara, Kota Baru Parahyangan Bandung. Banyak orang tahu itu adalah kawasan perumahan menengah atas, bahkan tidak kurang mantan Presiden SBY dengan partai Demokratnya pernah membuat konggres disana.

Dugaan sy tidak kurang dari 200 orang (termasuk anak2) hadir dalam acara tersebut dan menurut saya sebagai outsider, acara tersebut sangat sukses.

Acara dibuka oleh MC, sambutan ketua panitia, tauziah, tajil, maghrib, buka bersama, hingga tarweh bersama.

Banyak hal yg membanggakan hati saya dalam acara tersebut:
1. Kaum muslimmin datang lbh awal, mendengarkan tauziah, menyiapkan macam2 makanan, disaat acara berlangsung kaum non muslim jg membawa makanan, menyiapkanya dan akhirnya makan bersama. Hhmmmm……suatu pemandangan dan kehidupan yang sungguh sangat menyejukkan, cerminan budaya Indonesia asli yg bhineka tunggal ika & gotong royong.

2. Banyak mantan pejabat dan pejabat yg masih aktif, sipil maupun militer, pengusaha sukses yg hadir dan bahkan aktif dalam acara tersebut, bahkan menjadi panitia. Tanpa mengenal suku, agama, jabatan, status sosial guyub rukun, kompak, kerjasama yg baik utk suksesnya sebuah acara.

3. Berbagai keperluan (tenda, karpet untuk acara & sholat, sound system, lampu2, instalasi darurat untuk wudlu, konsumsi dll), ditanggung bersama, dikerjakan bersama tanpa mengenal perbedaan status. MC dan Ketua Panitia menyampaikan Bapak ini dan itu saya suruh2 pasang lampu, beresin ini dan itu, padahal kita tahu posisi di bidang Pekerjanya sangat tinggi! sy lihat daftar nama siapa saja yg sodaqoh makanan dan apa saja yg disodaqohkan, daftar peserta yg akan hadir wow…keren banget!

Biasanya orang2 yg secara ekonomi “Menengah Keatas” dan tinggal di Kawasan Elite yg muncul keegoisan, merasa segala hal bisa diatasi dengan uang, kekuasaan, kedudukan dll ternyata tidak seperti itu.

Bahkan jujur saya ngiri, tinggal di wilayah yg relatif kumuh (bahkan terkenal dengan istilah daerah kurang menyenangkan) yaitu Sukajadi, penduduknya relatif homogen, tapi tdk bisa seperti di tatar Jingganegara itu. Sejak sy tinggal di rumah saya th 2.000, belum pernah ada kumpul dengan warga hanya sekedar ngobrol dan ngopi bareng. Semoga suatu saat bisa! Kelihatanya harus sy sendiri yg memulai mengundang tetangga kanan kiri saya. Aamiin

Jadi ingat masa kecil hingga SMA sy di Kampung Jetu, Karanganyar Solo, yg begitu rukun, kompak, kerjasama yg baik, gotong royong dalam banyak hal, membangun rumah, membakar bata merah, membersihkan jalan & kuburan dll.

Semoga seluruh bangsa kita Indonesia tercinta bisa hidup yg penuh toleransi, egaliter, sederhana, biasa2 saja, sehebat apapun kepintaran, kecerdasan, harta, kedudukan dll yg kita miliki. Sehingga bangsa kita kuat, besar, bahagia, sejahtera, anak cucu kita terkondisi dengan kehidupan yg baik, menuntut prestasi setinggi2nya, memiliki karakter yg kuat, sehingga sejajar dengan bangsa2 maju & beradab lainya di dunia, profesional & religius. Negara kita menjadi Baldatun Toyyibatun Warobbun Gofur. Aamiin

BJ, Bandung, 19 Mei 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *