MEDIA TANAM SATU TITIK SIRAM (META SATISI

Pelatihan Hidroponik Bandung

MEDIA TANAM SATU TITIK SIRAM (META SATISI

August 6, 2018 Hidroponik 2

Alhamdulillah team Hidroponik BJ Centre (HBJC) senantiasa melakukan inovasi-inovasi tiada henti, sbb kami berprinsip *Innovation nerver die*. Kali ini salah satu team HBJC p. Sudiyono mengembangkan alat bercocok tanam yg disebut *Meta Satisi yaitu singkatan dari Media Tanam Satu Titik Siram*. Meta Satisi sebenarnya sdh agak lama dikembangkan p. Sudiyono, namun belum terlalu dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Setelah ketemu kami team HBJC, kami berkesimpulan bahwa teknologi ini sangat sederhana namun canggih dan layak dipublikasikan secara luas.

Meta Satisi pada prinsipnya adalah “Self Watering System” rasanya sangat penting utk ibu/bapak ketahui. Kenapa?

1. Menanam bertingkat (miring maupun tegak lurus) misalnya 5 tingkat, tdk pakai netpot namun memakai pot besar (15,17 atau 20 atau bahkan 30). Jk air di tingkat terbawah (1) dibuang airnya utk perbaikan, maka air di tingkat 2,3,4 dan 5 utuh. Jika air di tingkat 3 di buang utk perbaikan, mk air di tingkat 1,2,4 & 5 utuh. Dan tahan sangat lama, berminggu-minggu bahkan bulan. Unik kan?
Lihat link video Metasatisi1 berikut: https://www.youtube.com/watch?v=UZK0gj1Jt0o&feature=youtu.be

System yg ada selama ini, kalau air di tingkat 1 dibuang, maka air diseluruh tingkat hilang, apalagi yg NFT? Kalaupun yg DFT hanya nutrisi yg tersisa di Pralon saja.

2. Kita menanam seperti dalam pot biasa (sayuran, ataupun sayuran buah, buah & tanaman hias), namun air nutrisi terus menerus terjamin. Nutrisi tdk perlu disirkulasi terus menerus, shg hemat listrik. Kalaupun mau disirkulasi terus menerus jg bisa.

3. Dengan *Meta Satisi* kita bisa menanam secara Hidroponik, Agroponik maupun kombinasi antara keduanya.

4. Dengan teknologi *Meta Satisi* meski menanam secara Agroponik (menggunakan media tanah, kompos, pupuk kandang dll) nutrisi cair dibawahnya tetap tidak kotor, sbb memakai saringan berlapis.

5. Dengan teknologi *Meta Satisi*, air hujan yg masuk ke dalam pot tanaman, tidak sampai masuk ke nutrisi dilapisan bawah yg bisa mengurangi kadar nutrisi, sebab air hujan disalurkan melalui lobang khusus didalam pot.

6. Ada model khusus, dimana pot cukup pakai botol bekas yg dipotong sebagian sebagaimana kita pernah praktekkan dan diletakkan diposisi tutup botol dibawah, bisa di drat, sehingga “pot botol bekas” itu bisa dicopot, diganti dll. Artinya pemanfaatan barang2 bekas. Kita bisa menggerakkan warga kampung kita utk lbh cinta lingkungan.

Desain dari luar tampak sangat sederhana, hanya sambungan Pralon, T dan Knee, namun di dalamnya, dan setelan airnya sangat khusus yg rahasianya memang dipegang p. Sudiyono, sehingga orang tdk mudah meniru. P. Sudiyono berharap suatu saat bisa mematenkan temuanya ini. Smg ada alumni HBJC atau siapapun ada yg berkenan membantu.

Di BJC saat ini telah selesai di set, baik yg mempergunakan bekas botol mineral maupun pot ukuran 20.

Untuk memberikan gambaran yg lbh jelas, lihat link2 video dibawah ini:

Metasatisi2: https://www.youtube.com/watch?v=o8DcyYSFNwE&feature=youtu.be

Metasatisi3: https://www.youtube.com/watch?v=0Aa8tSj59G8&t=112s

Metasatisi4: https://www.youtube.com/watch?v=QsFwK6_pA1w&feature=youtu.be

Contoh foto kami lampirkan!

Informasi detail bisa didapatkan di berbagai acara HBJC berikut ini:

1. Temu Alumni HBJC & Mini Bazar Bandung, tgl 11 Agustus di BJ Centre, Bandung
2. Pelatihan Hidroponik Bandung, 12 Agustus 2018 di BJ Centre, Bandung
3. Bazar & temu alumni HBJC di Courts Megastore BSD, Tangerang tgl 18 Agustus 2018
4. Pelatihan Hidroponik, 19 Agustus di Jagakarsa, Jakarta Selatan
5. Temu Alumni HBJC & Mini Bazar Cirebon tgl 1 September 2018 di Kediaman Dr. Tresnawaty Subarno
6. Training Hidroponik, tgl 2 September 2018, di Kediaman Dr. Tresnawaty Subarno

*”Ayo Semangat Berhidroponik”!*
BJ, Bandung 7 Agustus 2018

2 Responses

  1. Jenal Arifin says:

    Sistem ini cukup mencerahkan minat akan pertanian, lebih baik lagi didukung dengan pembentukan komunitas hasil panen hidroponik agar para petani terbantu dalam sistem pemsarannya. Demikian terima kasih

  2. Dini says:

    Dijual ngga ya? Berapa harganya itu? Trims..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *